Sekolah Berkarakter dan Strategi Pengembanganya

Sekolah berkarakter, Strategi pengembangan sekolah berkarakter
Sekolah Berkarakter


Pendidikan karakter adalah pengetahuan akan nilai-nilai agama, budaya, dan sosial yang sanggup membuat adab manusia jadi lebih bersusila dan berakhlak mulia hingga sanggup memandang dan mencontoh sikap yang bagus di dalam kehidupan mereka setiap hari.

Pendidikan mempunyai arah umum yaitu untuk memanusiakan manusia hingga dalam pendidikan yang diproses tidak cuma kepandaian otak (head) tapi juga kepandaian hati (heart), dan keterampilan untuk membuat (hand). Pendidikan disebutkan sukses jika ke-3 faktor itu bersatu (balanced) pada diri peserta didik.

Menurut Ali Ibrahim Akbar (2009), praktek pendidikan di Indonesia condong lebih berorentasi pada pendidikan berbasiskan hard kemampuan (ketrampilan tehnis) yang lebih memiliki sifat meningkatkan intelligence quotient (IQ), tetapi kurang meningkatkan kekuatan soft kemampuan yang tercantum pada emotional intelligence (EQ), dan religius intelligence (SQ). Evaluasi di beberapa sekolah bahkan juga perguruan tinggi lebih mengutamakan pada pencapaian nilai hasil ulangan atau nilai hasil ujian. Banyak guru yang mempunyai pemahaman jika peserta didik yang mempunyai kapabilitas yang bagus ialah mempunyai nilai hasil ulangan/ujian yang tinggi.

Hakikat Sekolah Berkarakter

Sekolah sebuah tempat di mana proses pengajaran terjadi secara formal. Sekolah adalah ujung tombak terlaksananya proses pendidikan. Di sekolah terjadi proses transfer pengetahuan, yang diberi nama proses belajar. Hingga sekolah adalah tempat penanaman nilai-nilai atau pengetahuan pada peserta didik, yang akan membuat pribadi-pribadi unggul yang berkarakter dan pintar.

Sekolah berkarakter ialah usaha sekolah untuk memberikan nilai-nilai budaya karakter pada diri tiap masyarakat sekolah lewat bermacam kegia­tan bagus di dalam proses pem­belaja­ran intrakurikuler, ekstra­kurikuler, atau pembuatan situasi lingkungan sekolah hingga budaya karakter jadi sikap batin (believe sistem) dan jadi dasar dalam ber­ berlagak laris dan sikap. Karena itu proses evaluasi jadi benar-benar utama di dalamnya, sebagai fasilitas memberikan nilai-nilai karakter yang berbudaya.

Karakter Yang Dikembangakan di Sekolah 

Bangsa indonesia ialah bangsa yang berbudaya. bermacam nilai-nilai budaya yang tumbuh dalam masyarakat benar-benar di dukung tinggi. Tetapi bersamaan bertumbuhnya arus globalisasi, nilai-nilai itu makin sirna. Budaya-budaya yang sama-sama berakulturasi, di rasa menarik hingga mulai diikuti sebagai budaya anak muda. Karena itu di rasa perlu dan penting untuk menanamklan nilai-nilai mulia bangsa dalam proses pengajaran di sekolah. Hingga membuat murid yang berkarakter budaya.

Nilai-nilai budaya yang tumbuh dari bangsa Indonesia ialah hasil pewarisan (inheritance) dari nenek leluhur. Nilai-nilai itu diambil dari nilai-nilai kehidupan jati diri bangsa Indonesia. Nilai-nilai itu tampil dari bermacam sumber, sumber sebagai penglihatan hidup bangsa indonesia. Berikut beberapa sumber dari nilai budaya bangsa:

  • Agama

Warga Indonesia ialah warga beragama. Karena itu, kehidupan pribadi, warga, dan bangsa selalu dilandasi pada tuntunan kepercayaannya dan agama. Secara diplomatis, kehidupan kenegaraan juga dilandasi pada nilai-nilai yang dari agama. Atas landasan alasan itu, karena itu nilai-nilai pengajaran budaya dan karakter bangsa harus didasari pada nilai-nilai dan aturan yang dari agama.

  • Pancasila

Negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas beberapa prinsip kehidupan berkebangsaan dan kenegaraan yang disebutkan Pancasila. Pancasila ada pada Pembukaan UUD 1945 dan diuraikan selanjutnya dalam pasal-pasal yang ada dalam UUD 1945.Artinya, nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila jadi nilai-nilai yang mengendalikan kehidupan politik, hukum, ekonomi, bungkusyarakatan, seni, dan budaya. Pengajaran budaya dan karakter bangsa mempunyai tujuan menyiapkan peserta didik jadi masyarakat negara yang lebih bagus, yakni masyarakat negara yang mempunyai kekuatan, tekad, dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam hidupnya sebagai masyarakat negara.

  • Budaya 

Sebagai satu kebenaran jika tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak dilandasi oleh nilai-nilai budaya yang dianggap warga itu. Nilai-nilai budaya itu jadi landasan dalam pemberian arti pada sesuatu ide dan makna dalam komunikasi antaranggota warga itu. Status budaya yang begitu penting di kehidupan warga mewajibkan budaya jadi sumber nilai dalam pengajaran karakter bangsa dan budaya.

  • Arah Pengajaran Nasional

Sebagai rumusan kualitas yang perlu dipunyai tiap masyarakat negara Indonesia, ditingkatkan oleh bermacam unit pengajaran di beberapa lajur dan tingkatan. Arah pengajaran nasional berisi bermacam nilai kemanusiaan yang perlu dipunyai masyarakat negara Indonesia. Karena itu, arah pengajaran nasional ialah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pengajaran karakter bangsa dan budaya.

Beberapa sumber ini adalah penglihatan atau falsafah hidup bangsa Indonesia. Di mana di dalamnya ada nilai-nilai mulia jati diri bangsa Indonesia. Selanjutnya mengambil sumber dari nilai-nilai itu, Departemen Pengajaran Nasional di tahun 2011 memutuskan 18 nilai yang harus disisipkan pada tiap rutinitas sekolah. ini di kabarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Berikut 18 nilai pembentuk karakter:

  • Spiritual

Sikap dan sikap yang taat dalam melakukan tuntunan agama yang diyakininya, tolerir pada penerapan beribadah agama lain, dan hidup rukun dengan penganut agama lain.

  • Jujur

Sikap yang didasari pada usaha membuat dirinya sebagai orang yang selalu bisa dipercayai dalam pengucapan, pekerjaan, dan perlakuan.

  • Toleransi

Sikap dan perlakuan yang menghargakan ketidaksamaan agama, suku, etnis, opini, sikap, dan perlakuan orang yang lain berlainan dari dirinya.

  • Disiplin

Perlakuan yang memperlihatkan sikap teratur dan taat pada bermacam ketentuan dan ketetapan.

  • Kerja Keras

Perlakuan yang memperlihatkan sikap teratur dan taat pada bermacam ketentuan dan ketetapan.

  • Inovatif

Memikir dan lakukan suatu hal untuk hasilkan langkah atau hasil baru dari suatu hal yang sudah dipunyai.

  • Berdikari

Sikap dan sikap yang tidak gampang bergantung pada seseorang dalam menuntaskan beberapa tugas.

  • Demokratis

Langkah berpikir, berlaku, dan melakukan tindakan yang memandang sama hak dan keharusan seseorang dan dianya.

  • Rasa Ingin Tahu

Sikap dan perlakuan yang selalu berusaha untuk ketahui lebih dalam dan semakin makin tambah meluas dari suatu hal yang didalaminya, didengarkan, dan disaksikan.

  • Semangat Berkebangsaan

Langkah memikir, melakukan tindakan, dan berpikiran yang tempatkan kebutuhan negara dan bangsa di atas kebutuhan kelompoknya dan diri.

  • Cinta Tanah Air

Langkah memikir, melakukan tindakan, dan berpikiran yang tempatkan kebutuhan negara dan bangsa di atas kebutuhan kelompoknya dan diri.

  • Menghargakan Prestasi

Sikap dan perlakuan yang menggerakkan dianya untuk hasilkan suatu hal yang bermanfaat untuk warga, dan mengaku, dan menghargai kesuksesan orang lain.

  • Berteman/Komunikatif

Sikap dan perlakuan yang menggerakkan dianya untuk hasilkan suatu hal yang bermanfaat untuk warga, dan mengaku, dan menghargai kesuksesan orang lain.

  • Cinta Nyaman

Sikap dan perlakuan yang menggerakkan dianya untuk hasilkan suatu hal yang bermanfaat untuk warga, dan mengaku, dan menghargai kesuksesan orang lain.

  • Suka Membaca

Rutinitas sediakan waktu untuk membaca bermacam bacaan yang memberi kebijakan untuk dirinya.

  • Peduli Lingkungan

Sikap dan perlakuan yang selalu berusaha menahan kerusakan di lingkungan alam disekelilingnya, dan meningkatkan upaya-upaya untuk membenahi kerusakan alam yang telah terjadi.

  • Perduli Sosial

Sikap dan perlakuan yang selalu ingin memberikan dana untuk seseorang dan warga yang membutuhkan.

  • Tanggung Jawab

Sikap dan sikap seorang untuk melakukan pekerjaan dan kewajibannya, yang semestinya ia kerjakan, pada diri kita, warga, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

LihatTutupKomentar