Makalah Perencanaan Strategis

Makalah Perencanaan Strategis, Fungsi Perencanaan Strategis, tujuan Perencanaan strategis, proses Perencanaan Strategis
Contoh Cover Makalah


1. Pengertian Perencanaan Strategis


Perencanaan Strategis adalah proses memformulasikan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan yang memungkinkan organisasi mencapai tujuanya.


Untuk memenuhi dengan jelas sifat rencana strategis yang dipergunakan banyak organisasi sekarang ini, terdapat tiga asumsi tentang hal tersebut, yakni :

  • Perencanaan strategis dibuat dengan sengaja. Apabila organisasi membentuk rencana strategis maka mereka harus membuat keputusan dengan sadar agar mengubah aspek fundamental dari dirinya sendiri. Biasanya Perubahan ini lebih condong bersifat radikal, hal ini mungkin terjadi karena terinspirasi oleh beberapa faktor, seperti adanya pesan baru, teknologi baru, dan semacamnya.
  • Perencanaan strategis terjadi disaat sasaran tidak bisa dipenuhi. Bagi sebagian besar, disaat strategi perusahaan telah mencapai hasil yang diinginkan, maka perubahan tidak mungkin terjadi, akan tetapi jika sasaran tidak dapat dipenuhi maka perlu adanya formulasi strategi baru.
  • Sasaran organisasi baru jelas perlu rencana strategi baru apabila perusahaan mengambil langkah yang baru rencana strategi yang baru dirancang dan sasaran baru.

Menurut Hope dan Player (2021: 20) perencanaan strategis adalah suatu proses menentukan tujuan jarak menengah atau panjang dan bagaimana organisasi bisa mencapainya.


Masih menurut Hope dan Player, Perencanaan strategis yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal dari perencanaan strategis adalah sebagai berikut :

  • Mengintruksikan Strategi dengan jelas
  • Menemukan keseimbangan dengan tepat
  • Mempertahankan penilaian tahunan atas masalah utama
  • Mengimplementasikan ulasan kuartal
  • Mendanai rencana tindak terbaik
  • Memindahkan perencanaan dan pengambilan keputusan melibatkan tim terdepan
  • Mendorong pemikiran kreatif
  • Memberikan motivasi atau pemikiran kreatif pada orang lain
  • Mengomunikasikan strategi secara efektif
  • Menggunakan skenario perencanaan untuk merespon dengan cepat kejadian yang diprediksi akan terjadi
  • Menyediakan pelatihan, peralatan dan informasi


2. Proses Perencanaan Strategis


Proses Perencanaan Strategis pada dasarnya mengikuti sepuluh langkah, dan harus diikuti secara berurutan, namun ada beberapa ahli berpendapat tidak masalah jika diikuti secara tidak berurutan, 10 langkah yang digambarkan oleh Greenberg dan Baron (2003: 598) sebagai berikut ini:

A. Mendefinisikan Tujuan 

Rencana Strategis harus dimulai dengan mempertegas tujuan yang akan dicapai suatu organisasi atau perusahaan, tujuan tersebut bisa menyangkut pemasaran, contohnya agar suatu produk dapat mencapai posisi tertentu didalam pasar, atau bisa juga menargetkan tingkat keuntungan tertentu.


Tujuan organisasi yang mencakup kemasyarakatan contohnya memberikan manfaat kepada kelompok atau lingkungan atau hal lain yang ada kaitanya dengan budaya organisasi seperti membuat lingkungan kerja menjadi nyaman dan menyenangkan.


Selanjutnya tujuan menyeluruh dari perusahaan harus dispesifikan lagu apa-apa yang harus dicapai oleh berbagai unit organisasi dibawah, keseluruhan tujuan yang dicapai oleh masing-masing unit akan menjadi cermin pencapaian tujuan organisasi.


B. Mendefinisikan Lingkup Produk dan Jasa


Agar rencana strategis bisa lebih efektif ada baiknya manajemen perusahaan harus jelas mendefinisikan lingkup organisasi mereka, yakni bisnis yang telah mereka jalani atau bisnis baru dimana bertujuan untuk berpartisipasi.


Apabila ruang lingkup bisnis nya diartikan secara sempit maka perusahaan akan melewatkan kesempatan atau peluang. Tetapi jika terlalu luas akan berefek melemahkan efektivitas.


Masalah mendefinisikan lingkup produk atau jasa biasanya menyangkut menjawab pertanyaan tentang bisnis yang sedang dijalankan perusahaan atau yang akan dimasuki. Dalam hal ini memperluas lingkup bisnis adalah kunci keberhasilan dari rencana strategis perusahaan.


C. Menilai Sumber daya Internal


Perusahaan yang memiliki sumber daya Internal bisa berupa dana, teknologi, finansial, dan manusia. Dana sebagai sumber daya bagi perusahaan digunakan untuk pembelian barang atau jasa yang sekiranya diperlukan perusahaan.


Sedangkan Sumber Daya Fisik bisa berbentuk peralatan atau bangunan yang diperlukan untuk proses produksi. Sumber daya teknologi yang dimiliki perusahaan bisa menunjukan kualitas dan keunggulan, dan sumber daya manusia adalah tenaga kerja kompeten dan memiliki pengetahuan serta keterampilan.


D. Menilai Lingkungan Eksternal


Lingkungan biasanya mempengaruhi kapasitas organisasi untuk bekerja dan tumbuh sesuai dnegan yang diinginkan, pengaruhnya bisa berupa nilai positif maupun negatif, semua tergantung kondisi .


Lingkungan akan membantu atau bahkan bisa menghalangi suatu perusahaan mengalami pertumbuhan, semua ini tergantung dari berbagai faktor berikut :

  1. Apakah pesaing tidak memiliki sumber daya yang lebih baik?
  2. Apakah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sulit ditiru pihak lain?
  3. Apakah sumber daya yang dimiliki tidak akan menyusut setiap saat dengan segera, dan kapan prediksi akan terjadinya?


E. Menganalisis Pengaturan Internal


Pengaturan Internal menyangkut Identifikasi gaji pekerja dibayar dengan cara memotivasi mereka agar lebih bersemangat lagi mencapai tujuan perusahaan. Apakah budaya didalam organisasi mendorong setiap orang agar lebih inovatif dan membuat perubahan?.


Apakah komunikasi setiap orang didalam organisasi berjalan dengan baik, dan jelas agar terjalin kerja sama demi menggapai tujuan? Dan apakah anggota didalam organisasi diperlakukan dengan baik dan adil?, Dan empat pertanyaan tersebut semuanya mencakup analisis pengaturan internal.


Pengaturan Internal haruslah bisa memotivasi setiap pekerja agar bisa meningkatkan kualitas kinerja mereka, maka sebaliknya jika pengaturan yang bersifat kurang memberikan dukungan atau motivasi harus dihapus.


F. Menilai Keuntungan Kompetitif


Suatu perusahaan bisa dikatakan memiliki competitive advantage terhadap yang lainya sampai berada pada satu tingkat dimana pelanggan atau konsumen merasa produk dan jasa yang diberikan oleh perusahaan lebih baik dari pesaing lainya.


Keunggulan mungkin diukur dalam faktor seperti kualitas , luas lini produk, gaya, performa, pelayanan, citra perusahaan, dan harga yang baik.


Suatu perusahaan dapat dikatakan berada pada satu tingkat diatas para pesaingnya adalah apabila konsumen merasa bahwa perusahaan tersebut menawarkan jasa atau produk yang lebih berkualitas serta harga lebih rendah.


G. Mengembangkan Strategi Kompetitif


Strategi kompetitif adalah alat atau media yang berguna untuk suatu organisasi dapat mencapai tujuanya dengan penilaian yang hati-hati serta faktor-faktor sumber daya tersedia dan keuntungan kompetitif dibuat dengan keputusan tentang bagai mana cara mencapai tujuan perusahaan.


Strategi yang diterapkan harus selalu disesuaikan dengan perkembangan lingkungan, yang dapat digunakan antara lain adalah strategi peningkatan pangsa pasar, konsentrasi pasar, strategis keluar, perubahan haluan, dan keuntungan.


H. Mengomunikasikan Strategi Dengan Stakeholder


Fungsi dari Stakeholder adalah untuk menjelaskan individu atau kelompok yang memiliki kepentingan terhadap keberlangsungan suatu organisasi, atau dengan kata lain mereka adalah individu yang memiliki tuntutan khusus terhadap perusahaan.


Stakeholder yang paling penting adalah para pekerja disemua tingkatan, pemegang saham, dan dewan direksi. Maka sangat penting mengkomunikasikan segala sesuatu dengan jelas yang berkaitan dengan strategi agar memberikan kontribusi dan keberhasilan.


I. Mengimpementasikan Strategi


Stategi telah diinfokan dan dikomunikasikan terlebih dahulu, maka sampai tiba pada waktunya dlsiap di implementasikan, ketika hal itu terlaksanakan maka akan terjadi pergolakan setiap orang dalam hal menyesuaikan dengan cara baru dalam bekerja.


Kebanyakan orang cenderung sulit melakukan perubahan dalam cara mereka bekerja, beberapa langkah dapat diambil agar bisa memastikan pekerja dapat bertanggung jawab membuat perubahan dan bisa merangkul pihak yang menolak.


J. Mengevaluasi Manfaat


Artinya strategi yang sudah dijalankan akan sangat penting dalam penilaian tujuan yang sudah tercapai atau belum. Tjuan baru harus diperhatikan, dan jika tidak maka tujuan yang berbeda harus didefinisikan kembali dan dibuat strategi baru untuk mencapai keberhasilan dilain kesempatan


3. Tujuan Perencanaan strategis


Tujuan Perencanaan Strategis adalah menjadikan tujuan mengoperasionalkan rencana kegiatan pembangunan sudah sesuai dengan Tupoksinya(tugas, pokok, dan fungsinya).


Rencana itu nantinya tidak akan semata-mata disusun dan didiamkan begitu saja, malainkan ada suatu rencana strategi dibentuk dengan maksud tujuan agar suatu perusahaan atau organisasi dapat mencapai tujuannya.


Rencana yang sudah disusun dan ditetapkan akan menjadi acuan bagi para stakeholder agar bisa menjalankan pekerjaan lebih bersinergi dan efektif.


Untuk menilai suatu organisasi bisa memiliki kinerja yang baik atau tidak bisa dengan melihat rangkaian pencapaian visi dan misi jarak menengah.



4. Fungsi Perencanaan Strategis


Perencanaan Strategis memiliki fungsi yang dapat dilihat dari dua sudut pandang, yakni sebagai berikut :

  1. Dilihat dari Fungsi Manajemen, maka fungsi perencanaan strategis adalaj dimana pimpinan menggunakan hak prerogatif atau wewenangnya untuk menentukan tujuan dari organisasi atau perusahaan.
  2. Dari sisi proses, maka fungsi perencanaan strategis adalah dapat digunakan untuk memilih tujuan yang akan menentukan bagaimana cara agar bisa mencapainya nanti.
BAB III

PENUTUP

Terimakasih kepada bapak/ibu dosen dan kawan-kawan yang telah membaca makalah Perencanaan Strategis, sebagai manusia biasa yang tidak luput dari dosa, sudah pasti terdapat banyak kesalahan didalam isi makalah ini.

Saya pribadi selaku penyusuna makalah ini memohon maaf jika ada kesalahan dan meminta keritik dan saran agar kedepanya dapat menyusun karya ilmiah yang lebih baik 


Post a Comment for "Makalah Perencanaan Strategis"